Sekitar seminggu yang lalu, seseorang telah meminjamkan buku pertama dari Tetralogi Buru, yaitu Bumi Manusia. Jelas, tokoh utamanya adalah Minke, namun ada satu tokoh lain yang sama tak gentarnya dalam menentang hukum pemerintahan kolonialisme Belanda pada saat itu. Jadi, saya memutuskan untuk sedikit menelusuri karakter yang satu ini~ Aku masih terpesona melihat seorang wanita Pribumi bukan saja bicara Belanda, begitu baik, lebih karena tidak mempunyai suatu kompleks terhadap tamu pria. Dimana lagi bisa ditemukan wanita semacam dia? Apa sekolahnya dulu? Dan mengapa hanya seorang nyai, seorang gundik?