23.08.10MAHAsiswa
20.06.10Feeling Loved.
13.05.10Dosen di Mata Kita
06.04.10A Visit to the Graphologist
Well, yeah, another entry in English, which means this is mostly trash that I wrote to vent out my dull experiences :D
A few days ago, my sister and I made a visit to a graphologist. You might ask, in a more polite or rude manner, "What the hell is a graphologist?" Well, more or less, a graphologist evaluates your handwriting to see the kind of person you are... out of curiosity, my sister and I decided to visit one! And the final verdict...
08.09.09Interpreter of Maladies
In small text was the author's name: Jhumpa Lahiri, and in smaller, the title: Interpreter of Maladies. Containing nine stories, all of them related to India-- be it in a modern setting like Sexy or directly related to past historical events like When Mr. Pirzada Came to Dine. (Beware: this review might contain spoilers!)
30.12.08Segitiga Cinta
Bukan, bukan cinta segitiga, atau topografi jaringan hubungan antar manusia lainnya. Yang saya maksud dengan Segitiga Cinta adalah teori triangular cinta yang dikemukakan oleh Robert Sternberg. Dan ini tidak hanya meliput cinta antar kekasih, tetapi antar seseorang dengan semua lainnya dalam social circle dirinya. 22.12.08SAT is a Snap
Setelah membandingkan tingkat kesukaran soal matematika di dua ujian masuk perguruan tinggi di negara yang berbeda, SPMB/SNMPTN milik Indonesia, dan SAT milik Amerika Serikat, saya mencapai suatu konklusi:
Dunia ini tidak adil!
Ya, ini hanya sekedar rambling stress seorang remaja kelas 3 SMA yang akan menghadang SNMPTN pada tahun 2009. Dan begini ceritanya...
Bingung nih...
03.09.08Retak
Entah kenapa, akhir-akhir ini saya jadi sering menulis dalam bahasa Indonesia. Dan apa yang menjadi topik bahasan nggak jelas saya kali ini? Cerita tentang sebuah kendi yang retak pada sisinya. Hahaaa...
Ya, silahkan:
Seorang pengangkut air memiliki dua kendi, yang dia pikul di pundaknya ke sungai tiap hari untuk mengambil air. Salah satunya memiliki suatu retakan, dan sementara kendi yang satunya tidak cacat sama sekali. Setelah perjalanan panjang dari sungai, kendi yang retak hanya bisa mengantarkan setengah dari jumlah penuh yang bisa diantarkan kendi yang tidak retak. Selama dua tahun, inilah yang terjadi tiap hari.
31.08.08“I’m Sorry” *send all*
Menjelang bulan Ramadhan, pada hari terakhir sekolah sebelum libur hingga Rabu, sekelas XII-**-* dimana saya berada penuh oleh ucapan maaf yang ditujukan pada setiap orang di kelas. Masih belum terbiasa dengan kebiasaan ini, saya hanya mengangguk ketika seseorang meminta maaf pada saya dengan sopan (walau berpikir 'Wah, memang kapan kita pernah berbicara ya').
Ya, mungkin Ramadhan memang saat yang tepat untuk menyadari bahwa mungkin kita berbuat salah terhadap seseorang tanpa menyadarinya sehingga opsi yang dipilih adalah untuk meminta maaf kepada tiap orang yang paling tidak dikenal namanya (atau bahkan tidak?).
"I wonder if by becoming a good bread and being needed, I would become happy..."
Karena saya sudah beberapa kali dikomentari bahwa post-post saya tidak dimengerti dalam Bahasa Inggris, akhirnya saya memutuskan untuk menulis post kali ini dengan Bahasa Indonesia dengan agak terpaksa. Dan kali ini, apa yang akan saya bahas? Sebuah topik yang sering saya pikirkan, yaitu kebahagiaan.

