23.08.10MAHAsiswa

[This is in English, bear with it] MAHASISWA: an Indonesian word used to refer to college/university students. The word siswa, meaning 'student', completed by the prefix maha-, which refers to something great or grand. MAHASISWA: the agent of change, the guardian of values, the iron stock of the nation. What's will all the overglorification of MAHASISWA?

20.06.10Feeling Loved.

(link courtesy of Mr. Difo Aldiaz through his Facebook profile. The game can be accessed by the link provided below) Play LOVED. I GREATLY recommend trying out the game first before reading this entry, because it will be an immense spoiler, and it will almost certainly ruin the experience of your gameplay. Loved's creator, Alexander Ocias, wanted to make something "confrontational", which will "engage players to give thought to what they are doing-- both in and out of game". Then, please leave a comment here (in Indonesian or English, I don't mind) because I'm interested in others' interpretations of this.
Setelah sekian lama tidak menuliskan update [konstruktif] di blog saya yang malang ini, akhirnya saya kembali… Untuk apa? Yaa, anggap saja sebagai pelarian dari kehidupan riil saya yang akhir-akhir ini bisa terhitung hectic, chaotic, dst. dst… Dan kali ini pun saya kembali dengan sejumlah topik pembicaraan yang  tergolong tidak penting, namun masih lebih penting dari kunjungan saya ke seorang grafolog, dermatolog, atau apapun lah. Tumben-tumbennya saya menuliskan hal yang berbau curhat dalam bahasa Indonesia, but here goes… Tentu, agar tidak ada yang merasa tersinggung, semua nama disensor dan TIDAK berdasarkan inisialnya. Mungkin yang satu jurusan dengan saya saja yang akan mampu ...
Well, yeah, another entry in English, which means this is mostly trash that I wrote to vent out my dull experiences :D A few days ago, my sister and I made a visit to a graphologist. You might ask, in a more polite or rude manner, "What the hell is a graphologist?" Well, more or less, a graphologist evaluates your handwriting to see the kind of person you are... out of curiosity, my sister and I decided to visit one! And the final verdict...
In small text was the author's name: Jhumpa Lahiri, and in smaller, the title: Interpreter of Maladies. Containing nine stories, all of them related to India-- be it in a modern setting like Sexy or directly related to past historical events like When Mr. Pirzada Came to Dine. (Beware: this review might contain spoilers!)

30.12.08Segitiga Cinta

Bukan, bukan cinta segitiga, atau topografi jaringan hubungan antar manusia lainnya. Yang saya maksud dengan Segitiga Cinta adalah teori triangular cinta yang dikemukakan oleh Robert Sternberg. Dan ini tidak hanya meliput cinta antar kekasih, tetapi antar seseorang dengan semua lainnya dalam social circle dirinya.  

22.12.08SAT is a Snap

Setelah membandingkan tingkat kesukaran soal matematika di dua ujian masuk perguruan tinggi di negara yang berbeda, SPMB/SNMPTN milik Indonesia, dan SAT milik Amerika Serikat, saya mencapai suatu konklusi: Dunia ini tidak adil! Ya, ini hanya sekedar rambling stress seorang remaja kelas 3 SMA yang akan menghadang SNMPTN pada tahun 2009. Dan begini ceritanya... Bingung nih...

03.09.08Retak

Entah kenapa, akhir-akhir ini saya jadi sering menulis dalam bahasa Indonesia. Dan apa yang menjadi topik bahasan nggak jelas saya kali ini? Cerita tentang sebuah kendi yang retak pada sisinya. Hahaaa... Ya, silahkan: Seorang pengangkut air memiliki dua kendi, yang dia pikul di pundaknya ke sungai tiap hari untuk mengambil air. Salah satunya memiliki suatu retakan, dan sementara kendi yang satunya tidak cacat sama sekali. Setelah perjalanan panjang dari sungai, kendi yang retak hanya bisa mengantarkan setengah dari jumlah penuh yang bisa diantarkan kendi yang tidak retak. Selama dua tahun, inilah yang terjadi tiap hari.
Menjelang bulan Ramadhan, pada hari terakhir sekolah sebelum libur hingga Rabu, sekelas XII-**-* dimana saya berada penuh oleh ucapan maaf yang ditujukan pada setiap orang di kelas. Masih belum terbiasa dengan kebiasaan ini, saya hanya mengangguk ketika seseorang meminta maaf pada saya dengan sopan (walau berpikir 'Wah, memang kapan kita pernah berbicara ya'). Ya, mungkin Ramadhan memang saat yang tepat untuk menyadari bahwa mungkin kita berbuat salah terhadap seseorang tanpa menyadarinya sehingga opsi yang dipilih adalah untuk meminta maaf kepada tiap orang yang paling tidak dikenal namanya (atau bahkan tidak?).
"I wonder if by becoming a good bread and being needed, I would become happy..." Karena saya sudah beberapa kali dikomentari bahwa post-post saya tidak dimengerti dalam Bahasa Inggris, akhirnya saya memutuskan untuk menulis post kali ini dengan Bahasa Indonesia dengan agak terpaksa. Dan kali ini, apa yang akan saya bahas? Sebuah topik yang sering saya pikirkan, yaitu kebahagiaan.