<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sumber Kebahagiaan</title>
	<atom:link href="http://infinite.inficio.info/2008/08/31/sumber-kebahagiaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://infinite.inficio.info/2008/08/31/sumber-kebahagiaan/</link>
	<description>I N F I N I T E * I N F I C I O~</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 19:23:27 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Adriano Minami</title>
		<link>http://infinite.inficio.info/2008/08/31/sumber-kebahagiaan/#comment-482</link>
		<dc:creator>Adriano Minami</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 04:19:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://infinite.inficio.info/?p=65#comment-482</guid>
		<description>@Deathlock-sama : Tidak mungkin manusia bisa berbuat baik sepanjang waktu. Sebaik2nya manusia pasti ada cacatnya. Menurut saya sebaiknya jika ada kesalahan tetaplah harus minta maaf

Menurut saya, inti dari seluruh kebahagiaan adalah cinta dan kasih sayang. Cinta dan sayang pada sesuatu itu membahagiakan bukan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Deathlock-sama : Tidak mungkin manusia bisa berbuat baik sepanjang waktu. Sebaik2nya manusia pasti ada cacatnya. Menurut saya sebaiknya jika ada kesalahan tetaplah harus minta maaf</p>
<p>Menurut saya, inti dari seluruh kebahagiaan adalah cinta dan kasih sayang. Cinta dan sayang pada sesuatu itu membahagiakan bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Infinite Inficio</title>
		<link>http://infinite.inficio.info/2008/08/31/sumber-kebahagiaan/#comment-473</link>
		<dc:creator>Infinite Inficio</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 07:00:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://infinite.inficio.info/?p=65#comment-473</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ Bethla Garrison:&lt;/b&gt; I try my best, darling... ;)

&lt;b&gt;@ Xaliber von Reginhild:&lt;/b&gt; Kadang manusia suka membesar-besarkan segala hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri (?) &lt;strike&gt;atau mungkin itu cuma saya&lt;/strike&gt;. Ya, tentu saja lebih baik begitu! Berbuat baik membuat orang lain dan kita sendiri bahagia... :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ Bethla Garrison:</b> I try my best, darling&#8230; <img src='http://infinite.inficio.info/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p><b>@ Xaliber von Reginhild:</b> Kadang manusia suka membesar-besarkan segala hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri (?) <strike>atau mungkin itu cuma saya</strike>. Ya, tentu saja lebih baik begitu! Berbuat baik membuat orang lain dan kita sendiri bahagia&#8230; <img src='http://infinite.inficio.info/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Xaliber von Reginhild</title>
		<link>http://infinite.inficio.info/2008/08/31/sumber-kebahagiaan/#comment-463</link>
		<dc:creator>Xaliber von Reginhild</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 17:20:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://infinite.inficio.info/?p=65#comment-463</guid>
		<description>Hmm. Satu hal yang tampaknya kecil bisa berdampak besar bagi orang lain ya. Such is the memory (or heart?) of humans...

Jadi, tampaknya lebih baik kalau berbuat baik setiap waktu, ya? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm. Satu hal yang tampaknya kecil bisa berdampak besar bagi orang lain ya. Such is the memory (or heart?) of humans&#8230;</p>
<p>Jadi, tampaknya lebih baik kalau berbuat baik setiap waktu, ya? <img src='http://infinite.inficio.info/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bethla Garrison</title>
		<link>http://infinite.inficio.info/2008/08/31/sumber-kebahagiaan/#comment-460</link>
		<dc:creator>Bethla Garrison</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 10:26:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://infinite.inficio.info/?p=65#comment-460</guid>
		<description>Mirip ya, miriippp... &quot;Berusahalah, terus.&quot; begitu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mirip ya, miriippp&#8230; &#8220;Berusahalah, terus.&#8221; begitu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Infinite Inficio</title>
		<link>http://infinite.inficio.info/2008/08/31/sumber-kebahagiaan/#comment-459</link>
		<dc:creator>Infinite Inficio</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 10:19:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://infinite.inficio.info/?p=65#comment-459</guid>
		<description>Wah, hore, saya dapat komen... *digebuk*

&lt;b&gt;@ Yudha P Sunandar:&lt;/b&gt;

&lt;blockquote&gt;yups, kebahagiaan memang kunci dalam kita hidup di dunia ini. kebahagiaan tidak melulu datang dari harta dan sesuatu yang kelihatannya mewah, tetapi kebahagiaan yang hakiki adalah kebahagiaan yang datang dari dalam diri, bisa berupa kasih sayang, penghormatan, dan cinta kasih sesama.
met menjalankan shaum ramadhan, yah…&lt;/blockquote&gt;

Iya, dan kebahagiaan seperti itu saya rasa sifatnya tidak temporal. Karena itu cara menjalani hidup, sehingga kita pun akan merasa bahagia sepanjang hidup. *ngaco*

&lt;b&gt;@ Anis:&lt;/b&gt;

Wedew, terima kasih... :&#124;&gt; Salam kenal juga, ya.

&lt;b&gt;@ Aki Herry:&lt;/b&gt;

Anda bukan satu-satunya yang complain soal itu :)) Ya, ada kalanya saya juga harus menulis dengan bahasa Indonesia, walau sebenarnya saya ingin melatih bahasa Inggris biar nggak karatan juga~ Hoho, bahasa Inggris kan bahasa internasional, pelajari saja... *ditabok karena sok promosi*

Duh, baguskah? Terima kasih atas pujiannya...

&lt;b&gt;@ Bethla Garrison:&lt;/b&gt;

&lt;blockquote&gt;Janganlah meremehkan Bahasa Ibu, seperti bagaimana banyak orang meremehkan pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di bangku sekolah. Bahasa Ibu itu sesulit bahasa-bahasa lain.&lt;/blockquote&gt;

AKHHH!! Justru ini salah satu pelajaran tersulit... *nilai UAN Bahasa Indonesia yang paling rendah nih, dibanding Matematika dan Bahasa Inggris!*

&lt;blockquote&gt;…oh ya, Bahasa Ibu yang aku maksudkan di sini adalah Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bukan bahasa yang bersifat kedaerahan atau kesukuan.&lt;/blockquote&gt;

Lha, justru aku nggak bisa bahasa kedaerahan... :)&gt;- *dibacok*

&lt;blockquote&gt;Karena itu aku melihatmu sebagai sosok yang sangat-sangat memikirkan hubungan timbal balik. Ya, aku tahu kamu tidak suka dianakemaskan, karena itu sama saja menganggapmu tidak bisa apa-apa. Padahal kamu juga manusia yang menginginkan kebebasan bukan? Kamu ingin keluar dari kepompong emas yang dijalin selama bertahun-tahun oleh orang-orang di sekitarmu, oleh mereka yang menganggapmu sepolos kapas dan tidak ingin agar kamu melihat busuknya dunia? Bukannya memberimu kebahagian, tapi itu justru mengekangmu secara psikis dan terus-terusan memanjakanmu, menganggapmu terus saja polos.&lt;/blockquote&gt;

Aku tidak suka dianggap tidak bisa apa-apa, dan aku ingin mengetahui kebenaran... -_- Aku tidak suka dianggap sebagai orang yang tidak perlu mengetahui apa-apa, like you said. Nyem, kuharap hal yang ini akan berubah...

&lt;blockquote&gt;Penutupannya, seperti dialog di penghujung buku Bumi Manusia-nya Pram.&lt;/blockquote&gt;

Mirip di bagian mananya xD</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, hore, saya dapat komen&#8230; *digebuk*</p>
<p><b>@ Yudha P Sunandar:</b></p>
<blockquote><p>yups, kebahagiaan memang kunci dalam kita hidup di dunia ini. kebahagiaan tidak melulu datang dari harta dan sesuatu yang kelihatannya mewah, tetapi kebahagiaan yang hakiki adalah kebahagiaan yang datang dari dalam diri, bisa berupa kasih sayang, penghormatan, dan cinta kasih sesama.<br />
met menjalankan shaum ramadhan, yah…</p></blockquote>
<p>Iya, dan kebahagiaan seperti itu saya rasa sifatnya tidak temporal. Karena itu cara menjalani hidup, sehingga kita pun akan merasa bahagia sepanjang hidup. *ngaco*</p>
<p><b>@ Anis:</b></p>
<p>Wedew, terima kasih&#8230; <img src='http://infinite.inficio.info/smilies/yahoo_blush.gif' alt='&#58;&#124;&#62;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#124;&#62;' /> Salam kenal juga, ya.</p>
<p><b>@ Aki Herry:</b></p>
<p>Anda bukan satu-satunya yang complain soal itu <img src='http://infinite.inficio.info/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> Ya, ada kalanya saya juga harus menulis dengan bahasa Indonesia, walau sebenarnya saya ingin melatih bahasa Inggris biar nggak karatan juga~ Hoho, bahasa Inggris kan bahasa internasional, pelajari saja&#8230; *ditabok karena sok promosi*</p>
<p>Duh, baguskah? Terima kasih atas pujiannya&#8230;</p>
<p><b>@ Bethla Garrison:</b></p>
<blockquote><p>Janganlah meremehkan Bahasa Ibu, seperti bagaimana banyak orang meremehkan pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di bangku sekolah. Bahasa Ibu itu sesulit bahasa-bahasa lain.</p></blockquote>
<p>AKHHH!! Justru ini salah satu pelajaran tersulit&#8230; *nilai UAN Bahasa Indonesia yang paling rendah nih, dibanding Matematika dan Bahasa Inggris!*</p>
<blockquote><p>…oh ya, Bahasa Ibu yang aku maksudkan di sini adalah Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bukan bahasa yang bersifat kedaerahan atau kesukuan.</p></blockquote>
<p>Lha, justru aku nggak bisa bahasa kedaerahan&#8230; <img src='http://infinite.inficio.info/smilies/yahoo_peace.gif' alt='&#58;&#41;&#62;&#45;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#41;&#62;&#45;' /> *dibacok*</p>
<blockquote><p>Karena itu aku melihatmu sebagai sosok yang sangat-sangat memikirkan hubungan timbal balik. Ya, aku tahu kamu tidak suka dianakemaskan, karena itu sama saja menganggapmu tidak bisa apa-apa. Padahal kamu juga manusia yang menginginkan kebebasan bukan? Kamu ingin keluar dari kepompong emas yang dijalin selama bertahun-tahun oleh orang-orang di sekitarmu, oleh mereka yang menganggapmu sepolos kapas dan tidak ingin agar kamu melihat busuknya dunia? Bukannya memberimu kebahagian, tapi itu justru mengekangmu secara psikis dan terus-terusan memanjakanmu, menganggapmu terus saja polos.</p></blockquote>
<p>Aku tidak suka dianggap tidak bisa apa-apa, dan aku ingin mengetahui kebenaran&#8230; -_- Aku tidak suka dianggap sebagai orang yang tidak perlu mengetahui apa-apa, like you said. Nyem, kuharap hal yang ini akan berubah&#8230;</p>
<blockquote><p>Penutupannya, seperti dialog di penghujung buku Bumi Manusia-nya Pram.</p></blockquote>
<p>Mirip di bagian mananya xD</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
