26.06.08Pengambilan Rapot
begin
Post super nggak penting dan nggak jelas
Hohohooo, nilai rapotku ternyata jauh lebih bagus dari dugaan! (Well, actually, I’m the kind of person who hopes high and expects low, haha~) Dunia ini indah, Kawan! Satu-satunya hal (oke, dua) yang mungkin sudah menghancurkan mood baikku seandainya hari ini tidak sebegitu bahagia adalah 1) nasi goreng kornet yang sudah tiga kali habis ketika kupesan dan saat berhasil hari ini ternyata rasanya begitu-begitu saja, dan 2) ongkos angkot yang biasanya kubayar 1000, karena mood baik dibayar 1500 malah diminta 2000!
*orang yang walau tahu BBM naik tidak bermurah hati* *digiles angkot*
Dan berikut adalah hasilnya~ Mungkin tidak spektakuler, tapi aku cukup bahagia, hoho~
Pendidikan Agama: 80, praktek: 80 (OHMIGOD!!!!)
Pendidikan Kewarganegaraan: 70
Bahasa dan Sastra Indonesia: 72 (peningkatan dari 62, lumayan~), praktek: 70
Bahasa Inggris: 90, praktek: 90
Matematika: 86
Fisika: 84, praktek: 70
Kimia: 85, praktek: 70
Biologi: 85 (OMG!! *anak yang nilai ulangan harian selalu parah*), praktek: 80 (nilai nyasar ini)
Sejarah: 71 (… itu nilai ketuntasan minimalnya)
Seni Budaya: 82
Olahraga: 75
TIK: 87, praktek: 80 (gurunya sudah tidak masuk berbulan-bulan padahal)
Bahasa Jepang: 86, praktek: 86
Bahasa Sunda: 70, praktek: 65 (untukku, ini sudah lebih dari cukup)
Pendidikan Lingkungan Hidup: 77, praktek: 78 (dan lagi, cukup)
Kyaaa~~ Kyaaaa~~ Dan sebentar lagi, selamat tinggal, Kelas 11! Dan saatnya menyambut senioritas total Kelas 12 dengan hangat dan banyak menelantarkan belajar, huahaha
end.


Cihuy!
Selamat!™ Makan-makan.™
Wah, Bahasa Indonesia 72?
Dan rupanya saya masih menang Bahasa Jepangnya.. huahua.
*komen ga mutu*
Selamat datang di kelas XII
yang menyebalkan.Tch… memang nilai Bahasa Indonesia saya jelek. Tapi yang penting ada peningkatan
Dan guru Bahasa Jepangnya yang nggak bener~~~ *digaplok karena sok nuduh*
Touche…
~NggakPernahDapatDiBawah80UntukKetiganya
~KadangMencapai90Malah
*dibacok*
Angkot itu benda yang aneh! Tarifnya kok beda-beda… *bingung pas di Bandung*
Mampang nilai rapot seperti ini pernah aku lakukan dulu (Saat kelas X). Apa tahun ini juga dilakukan lagi, ya ? Ah, nanti malah jadi entri sampah << Sok berkualitas.
Btw, Wali kelas saya bisa saja menaikkan nilai anak – anaknya gara – gara “bisnis keuangan di dalam layar”. Sialan, ditelepon sama dia malah dipinta uang.
———
@ Goen :
Jadi Deja vu. Tahun lalu kayaknya situ pernah ngomong begitu ke saya.
Haha… ini sekalian biar kalau saya malas mencari rapot yang selalu digeletakkan dimana-mana saya bisa langsung melihat nilai rapor di blog… *digetok*
Pamer
…………..
@mas Gun:
*tos!*
Tapi saya yang selalu bagus cuma sejarah. Sayang ngga ada materi PD II.
Infi:
Materinya apa? Kalo saya sih masih hiragana katakana sama kalimat-kalimat standar..
“
@ Xaliber:
Ohh… kalau saya sih, itu sudah lewat
Hmm, ya, kosa-kata dasar dan beberapa kalimat dasar, sepertinya. Tapi menurut teman-teman di ekskul Jepang saya, gurunya mengajarkan beberapa hal yang salah… =_=a
met lamet sis! terutama buat nilai agamanya…hahaha…
lagi “ditegur” tuh!
*teringat zaman SMA…*
*scan buku raport*
Kayaknya perlu dipajang di blog [yang bukan blog utama] ya…
*disalib*
Ah, asal bukan IP semester 2 yang anjlok karena politik kampus saja. IP semester 1 sih bisa dibanggakan dan jika IP saya seperti itu terus bisa cum laude.
Sayangnyaaaa…. Semester 2 saya dijatuhkan politik kampus busuk!
*pindah fakultas
biar bisa cum laude**
hugtos balik*Oi oi, sejarah Indonesia doms ah~
Saya benar-benar anak hilang di IPA
kecuali pada matpel TIK dan beberapa bab Kimia saja. Sayang nggak bisa masuk IPS gara-gara nilai ekonomi rendahpadahal (alm)papa dosen ekonomi.Dan jangan pakai “mas”…
Setuju! Ditegur!![:-] :-]](http://infinite.inficio.info/smilies/yahoo_whistling.gif)

Makanya saya tegur dengan coba telpon tiap subuh, bangunin sholat!
*diseret*
PDII sudah dipelajari olehku saat kelas IX. Sedangkan Sejarah Indonesia sudah menjadi ritual buku sejarah tahunan sehingga sedikit membosankan. Saya lebih berharap kalau ada materi sejarah Amerika semasa B.C. dan sejarah Jerman (Masa Majapahit terus…)
TIK-ku semester ini kayaknya 100, deh. Sotosop sih.
Hmm, saya yakin sudah bukan “watashi wa Ajipu desu” atau “kochira wa Pakureza-san desu”.
Materinya itu-itu aja sih… -.- Dan minim sekali perang-perangan. Kalau pun ada, cuma penjelasannya tak detil. Padahal perang-perang kayak Perang Dipo sama aksinya Fatahillah bisa menarik. Yang agak mendingan cuma agresi militer Belanda II…
Untung masih ada sedikit sejarah internasional walaupun kurang seru juga (seruan sejarah di soal SPMB).
Setelah saya lihat, rasanya tak heran anda jago kimia.
Kimia ternyata lumayan menarik. 
Bang.
Ah, enak bener. o_o Saya nggak ada PD II sama sekali. Terakhir materi PD II pas kelas 2 SMP.
Sejarah internasional yang menarik kayak reformasi gereja atau Perang Dunia munculnya baru pas SPMB sih…
Ah hei, sejarah Jawa–terutama kerajaan Hindu-Buddha hingga Islam–sungguh menarik jika dipelajari lebih dalam. Jika, ehmn, dieksploitasi dengan baik sejarah kerajaan di Indonesia bahkan bisa disetarakan dengan sejarah dunia. Mengagumkan jika mempelajari sejarahnya secara langsung dari lokasi dan sumber.
Satu lagi, WAYANG… Benar-benar menjadi analogi dan refleksi peta perpolitikan Indonesia.
Nyem… iri
*lirik nilai yang 90*
Saya kayaknya tahun ini semuanya 80 – 85… gak pandang bulu… dan ini hanya memandang bidang IPA saja.. toh ambisi saya terletak pada pelajaran IPA… *sekalinya udah ambisius, lupa segalany =_=*
Nyem… Udah kelas 12 saja… ARGH!! Apa kau tak merasa, inf… kalau kita sebentar lagi berkepala 2
*dilempar lembing…*
He? Berkepala dua? Maksud?
Gyaaa… apa itu semuanya 80 – 85. Kau yang membuat iri, tahu…