Dan kini, ulangan akhir semester pun telah berakhir bagi saya! Alangkah bahagianya (terutama begitu mengetahui bahwa saya tidak harus mengikuti remedial Fisika! Yay!), jadi untuk sementara mari lupakan ulangan susulan Biologi dan PKn, serta tugas-tugas yang belum dikumpulkan untuk minggu depan…

Jadwal Harian Ujian:

1. Datang terlampau pagi karena salah membaca jadwal ulangan. Meratapi kebodohan sendiri, kesal melihat ada seorang adik kelas lelaki yang mengambil alih tempat duduk dan malas menyuruhnya menyingkir, sehingga mondar-mandir di sekolah tanpa tujuan.

Begitu teman kunjung datang, melongo bingung melihat keduanya yang berbicara mengenai sepakbola yang sama sekali tidak dimengerti (tepatnya, EURO 2008). Bel berbunyi, teman-teman kabur ke kelasnya masing-masing.

2. Saatnya berdoa! Dan jujur, ini doa yang saya bacakan tiap pagi:

Dear God, I hope that I will do well in this exam since I’ve already studied hard for it! I hope that I won’t be tempted to cheat, since that would technically be the same as stealing something I don’t deserve and won’t be fair and all, and I hope that those who cheat will get caught and learn that cheating isn’t right!

… dst. Yang kebanyakan mengenai “Semoga yang licik tertangkap!”

Yes, I am lame…

Seterusnya:

3. Mengerjakan ujian, tanpa mengecek ulang jawaban kecuali bila sudah tidak ada kerjaan lagi. Berlagak seolah-olah menjadi mata-mata pendeteksi orang nyontek, mencatat namanya dalam kepala. Batuk keras dan mengetuk meja keras-keras dengan pensil untuk menarik perhatian guru agar menyadari bahwa orang di sekitar nyontek, namun guru seakan tidak menghiraukan.

Kemudian menghentak meja lebih keras bukan untuk menarik perhatian, namun karena kesal. Meratapi krisis moral di SMAN 1 Bandung. *siap digebukin satu sekolah*

4. Menggambar di kartu ujian maupun lembaran soal. Hingga pada suatu saat, seorang guru pun berkomentar bahwa anak-anak IKARIS (Ikatan Remaja Islam) SMAN 1 mengatakan bila menggambar suatu karakter full-body harus dipertanggungjawabkan di akhirat nanti dan akan meminta nyawa. Atau semacamnya, haha.

5. Menunggu di depan kelas teman. Pertama kalinya saya masuk ke kelasnya seenaknya saja sementara guru pengawasnya masih ada, dan saya pun diusir. Hahaha. Seusai ulangan-ulangan sejenis Fisika dan Kimia, setelah melihat ‘public display of affection immorality’, menggerutu mengenai seberapa menyedihkannya manusia.

Humans are disgusting, lowly creatures! And it’s like, the teachers are ignoring all those criminal acts right under their eyes! I swear, I’m going to chop them with a blunt knife into tiny pieces and turn them into smaller pieces with a rusty blender, and then I will process them through a pasta machine and then leave them to rot and when they become leftovers I would have tried to turn them into garden fertilizers were they not so disgusting even Earth’s soil will reject them, and instead transport them to Neptune where they will drown in ammonium…

… dst?

Yes, now you get to find out how much lamer I am. Yay.

6. Makan! Nggak mau tahu, pokoknya seusai ujian langsung makan… :x

*entry super nggak berguna*